Pertumbuha Ekonomi di Kota Bontang
Kondisi kenaikan jumlah pertumbuhan UMKM yang cukup signifikan pada tahun 2022 yang lalu, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan dana pemulihan ekonomi nasional berupa bantuan modal kerja produktif kepada 12 juta UMKM senilai Rp 2.400.000,00 bagi tiap UMKM. Bantuan ini diberikan dengan syarat yang terbilang cukup mudah, yaitu salah satu diantaranya adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Kondisi ini yang mendorong laju pertumbuhan pelaku UMKM cukup meningkat hingga lebih dari 2.000 pelaku usaha pada tahun 2021-2022.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, menunjukkan geliat pertumbuhan yang menjanjikan. Di tengah dominasi industri besar, UMKM justru muncul sebagai kekuatan ekonomi baru yang potensial, menarik perhatian investor, dan mendapat dukungan strategis dari berbagai pihak. Kajian mendalam yang dilakukan oleh Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul) menegaskan bahwa UMKM di Kota Bontang memiliki kekuatan internal yang signifikan, serta peluang kolaboratif yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kecamatan Bontang Utara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mikro, berkat keberadaan kawasan industri besar seperti PT Pupuk Kaltim dan LNG Badak, dengan lokasi yang strategis dan didukung akses laut dan 17 pulau menjadikan titik temu antara industri, perdagangan, dan perikanan. Produk unggulan seperti Batik Kuntul, Fara Snack, dan Ria Rasa Cake & Cookies mencerminkan inovasi pelaku UMKM yang terus berkembang. Ditambah lagi, keberadaan pemuda pelopor UMKM digital mempercepat transformasi digital sektor ini. Di sisi lain, Bontang Barat tak kalah potensial. Usaha kuliner seperti Pempek Anda, Abadi Rasa, dan rumah makan Sari Laut Mbak Zuly menjadi ikon lokal. Dengan infrastruktur pendukung seperti terminal kota dan koneksi langsung ke Samarinda dan Sangatta, kawasan ini menjadi gerbang ekonomi strategis Bontang.
Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan akan dimaksimalkan. Pasalnya, penanaman modal di sektor ini terus mencuri perhatian dalam dunia investasi. Kepastian itu menyusul kajian strategis yang dilakukan Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul), yang menilai bahwa sektor UMKM berpotensi tinggi, dengan kekuatan internal yang besar dan peluang eksternal yang menjanjikan, meskipun masih menghadapi tantangan struktural dan sosial.
Penguatan ekosistem digital UMKM juga menjadi perhatian utama. Beberapa kecamatan telah menunjukkan inisiatif, seperti kehadiran pemuda pelopor UMKM digital dan program literasi masyarakat yang digaungkan oleh berbagai pihak, seperti TP PKK dan tokoh komunitas. Selain itu, masih adanya tantangan seperti partisipasi rendah masyarakat dalam musrenbang, masalah limbah peternakan, dan keterbatasan sarana masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Dengan dukungan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan dunia industri dapat dipastikan bahwa Kota Bontang tengah menuju transformasi dari kota industri ke kota yang juga unggul di sektor UMKM dan pariwisata. Di sisi lain, penguatan ekosistem digital UMKM juga menjadi perhatian utama. Beberapa kecamatan telah menunjukkan inisiatif, seperti kehadiran pemuda pelopor UMKM digital dan program literasi masyarakat yang digaungkan oleh berbagai pihak, seperti TP PKK dan tokoh komunitas.
Sumber:
1. https://radarbontang.com/umkm-maju-pemkot-bontang-melaju/
2. https://www.tnp2k.go.id/articles/community-empowerment-as-one-of-the-policies-for- poverty-reduction