Kategori Artikel
Intikator 24 INDIKATOR NUA

Mamminasata: Model Kota Metropolitan Berkelanjutan di Indonesia Timur

Kawasan ‘’Mamminasata’’ yang merupakan akronim dari Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar memiliki sejumlah keunggulan strategis yang menjadikannya kawasan perkotaan metropolitan penting di Provinsi Sulawesi Selatan. Keunggulan utama Mamminasata terletak pada letaknya yang strategis sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia, didukung oleh pelabuhan internasional Soekarno- Hatta, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta akses transportasi darat dan laut yang terintegrasi. Wilayah ini juga memiliki potensi ekonomi tinggi, baik dari sektor industri, pariwisata, pertanian, maupun jasa.

Pengembangan Mamminasata sangat relevan dalam konteks pemerataan pembangunan kota, karena memperluas manfaat pembangunan Makassar sebagai kota inti ke wilayah-wilayah penyangga, seperti Maros, Gowa, dan Takalar. Dengan adanya pengembangan infrastruktur kawasan, seperti jalan tol, sistem transportasi massal Mamminasata Urban Transport, hingga rencana light rail transit (LRT) mobilitas dan konektivitas antar wilayah meningkat, sehingga distribusi ekonomi dan layanan publik menjadi lebih merata.

Selain itu, perencanaan tata ruang Mamminasata juga mendorong pengendalian urbanisasi yang lebih terarah dan mencegah terjadinya pemusatan pembangunan hanya di satu titik kota. Pemerintah juga telah mendorong kolaborasi antar wilayah dalam pengelolaan air, pengelolaan sampah, dan perumahan, sebagai bagian dari pendekatan metropolitan yang lebih terintegrasi. Dengan strategi ini, Mamminasata diharapkan mampu menjadi model pemerataan pembangunan kawasan perkotaan di Indonesia Timur, serta mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui sinergi ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.

Penataan Kawasan Metropolitan Mamminasata memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya contoh perencanaan tata ruang yang efektif dan berkelanjutan di Indonesia Timur. Salah satu keunggulannya adalah perencanaan yang terintegrasi dari tahap perancangan hingga implementasi, didukung oleh pendanaan APBN yang mendorong pemerintah daerah untuk merealisasikan rencana tata ruang secara optimal. Selain itu, kawasan ini memiliki posisi strategis secara geografis dan fungsional sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di Indonesia Timur.

Dalam aspek pengelolaan dan pengembangan kapasitas, program ini melibatkan pelatihan dan praktik lapangan yang didukung oleh Pemerintah Jepang melalui JICA. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam mengelola tata ruang wilayah secara efektif. Selain itu, dilakukan kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk memastikan keseimbangan pembangunan dengan kelestarian ekosistem, terutama dalam menjaga kawasan bersejarah, seperti Benteng Somba Opu dan Fort Rotterdam.

Keunggulan lainnya adalah adanya sinergi antar instansi dan daerah dalam pelaksanaan tata ruang. Penyusunan Rencana Tata Ruang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Ruang (DJPR), sedangkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK). Adapun pembangunan fisik dilakukan melalui kolaborasi antara DJCK dan pemerintah daerah setempat dengan menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien.

Selain itu, koordinasi antar kabupaten/kota dalam kawasan Mamminasata menjadi keunggulan dalam memastikan pengembangan yang harmonis. Setiap wilayah memiliki peran dan fungsi yang saling melengkapi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pemanfaatan ruang. Rencana tata ruang ini juga selaras dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Selatan, yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta sinergi antar daerah dan instansi, penataan Kawasan Metropolitan Mamminasata menjadi model pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

Sumber: https://pu.go.id/berita/mewujudkan-mamminasata-sebagai-pusat-pertumbuhan-indonesia

 

 


Senin, 9 Maret 2026
6 dilihat | 1 menit membaca

Berita dan cerita