Indikator 35_ Batam Kota Ramah Pesepeda
Setiap tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Dunia atau World Bicycle Day. Peringatan ini sendiri memang baru ditetapkan oleh PBB sejak 5 tahun lalu, atau tepatnya dimulai tahun 2018. Latar belakang ditetapkan penetapan Hari Sepeda muncul sebagai bentuk dukungan dalam melancarkan gerakan secara masif dalam hal mobilitas yang berkelanjutan.
Program ini bermanfaat jika bersepeda memberikan dampak positif berkelanjutan untuk dua arah sekaligus, yaitu lingkungan dan kesehatan. Di kota besar-besar sejumlah negara, bersepeda telah menjadi alternatif pilihan bagi banyak orang dalam melakukan mobilitas sehari-hari, mulai dari bermain, sekolah, hingga bekerja. Sementara itu di Indonesia, tidak dimungkirkan jika aktivitas ini masih sebatas menjadi bentuk olahraga biasa. Terdapat hal menarik, seperti yang banyak diketahui bahwa pada kondisi yang terjadi selama 5 tahun yang lalu tepatnya saat pandemi, aktivitas bersepeda di Indonesia khususnya di kawasan kota-kota besar sempat mengalami peningkatan.
Kota Batam dinobatkan sebagai Kota Ramah Sepeda. Kota Batam menempati peringkat tiga teratas bersama Yogyakarta dan Bogor di kategori kota besar. Untuk kategori Kota Metropolitan, DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya menempati tiga peringkat atas. Kemudian, untuk kategori Kota Sedang/Kecil, tiga peringkat atas ditempati Magelang, Madiun, dan Purwokerto. Salah satu jalur sepeda di Kota Batam yang disorot baru-baru ini adalah jalur yang berada di Bundaran Madani hingga Jembatan Bengkong Sadai yang memiliki lebar sekitar 2 meter.
Kegiatan tersebut merupakan ajang apresiasi bagi instansi yang mempunyai andil besar dalam berkomitmen dan konsisten mendorong budaya bersepeda di Indonesia. Kota Ramah Bersepeda merupakan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis keamanan, keselamatan, dan kenyamanan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Upaya ini dilakukan dengan membangun jalan dari Bundaran Madani menuju Ocarina (Bengkong Sadai) yang dilengkapi dengan pedestrian dan jalur sepeda.
Salah satu alasan utama yang menginiasi pembangunan tersebut adalah untuk menyediakan fasilitas yang mudah diakses bagi para pejalan kaki dan pesepeda, selain bagi para pengguna kendaraan bermotor. Selain sebagai fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda, pembangunan jalan ini juga dilakukan sebagai konektivitas aktivitas perdagangan dan industri pariwisata yang berkembang di seputar kawasan Bengkong Sadai dan sekitarnya. Aktivitas perdagangan tersebut berperan penting untuk kelancaran perputaran ekonomi. Begitu juga dengan wisata kuliner, sehingga dengan adanya pembangunan jalan ini menyebabkan semuak akses dapat terhubung dan warga yang berada di daerah lain dapat dengan mudah berkunjung ke Bengkong.
Sumber: https://dinsospm.batam.go.id/