Kategori Artikel
Intikator 30 Implementasi NUA

Indikator 30_Balikpapan: Kota Bersih, Kota Gemilang!

Kota Balikpapan merupakan kota terbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Samarinda. Kota ini mengandalkan sektor industri, jasa, perdagangan, dan pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, jumlah penduduk Kota Balikpapan mengalami peningkatan pesat, mencapai 733.396 jiwa pada pertengahan tahun 2023.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud, Kota Balikpapan telah berhasil meraih predikat sebagai kota terbersih di Indonesia. Penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu Adipura Kencana untuk kategori Kota Besar, berhasil diraih pada tahun 2023. Prestasi ini menunjukkan komitmen kota dalam menjaga kebersihan dan lingkungan yang berkelanjutan.

Keberhasilan ini tidak berhenti di tahun 2023. Kota Balikpapan kembali mempertahankan penghargaan Adipura Kencana pada tahun 2024 menjadikan kota yang telah memenangkan penghargaan Adipura sebanyak 25 kali. Dari jumlah tersebut, enam diantaranya merupakan Adipura Kencana, sementara sisanya adalah Adipura Paripurna. Penghargaan Adipura Kencana pada tahun 2024 menjadikan satu- satunya kota besar yang menerima penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan tersebut. Hal ini menunjukkan konsistensi kota ini dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Adapun Indikator Keberhasilan Penghargaan Adipura Kencana diberikan berdasarkan beberapa indikator utama, antara lain: 1) kebersihan area pasar, 2) pengelolaan sampah, serta 3) keberadaan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kota Balikpapan memiliki TPA Manggar yang sudah menerapkan sistem Sanitary Landfill, yaitu metode pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Selain itu, inovasi pemanfaatan gas metana dari TPA Manggar telah berhasil menyediakan energi bagi sekitar 300 rumah tangga di kota ini.

Selain penghargaan Adipura Kencana, Kota Balikpapan juga meraih penghargaan ASEAN Clean Tourism Award 2024, yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai kota yang bersih dan layak dikunjungi. Prestasi ini menunjukkan bahwa Kota Balikpapan tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penghargaan yang diraih Kota Balikpapan memberikan manfaat signifikan, tidak hanya dalam aspek citra dan prestasi kota, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup dan kesehatan penduduk. Hal ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas keberhasilan pengelolaan kebersihan dan lingkungan perkotaan, Adipura Kencana mendorong pemerintah kota untuk terus mempertahankan standar tinggi dalam manajemen sampah, ruang terbuka hijau, dan kualitas udara. Hal ini terbukti dengan rendahnya tingkat pencemaran udara dan air di Kora Balikpapan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Manfaat lainnya adalah menurunnya kasus penyakit berbasis lingkungan, seperti ISPA dan diare serta meningkatnya kualitas kesehatan mental karena lingkungan yang bersih dan tertata rapi. Selain itu, lingkungan kota yang bersih turut meningkatkan daya tarik wisata dan investasi, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Data terbaru menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 di kota ini berkisar antara 7 hingga 11,3 μg/m3, sementara PM10 berada pada kisaran 11 hingga 12,8 μg/m3. Nilai-nilai ini mencerminkan kualitas udara yang baik dan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam memantau dan mengelola kualitas udara secara efektif. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kota ini telah mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas udara ambien menggunakan metode manual aktif dengan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan metode pasif menggunakan Passive Sampler.

Metode HVAS memungkinkan pengambilan sampel udara dalam volume besar, sehingga dapat mendeteksi berbagai polutan dengan tingkat presisi tinggi. Sementara itu, penggunaan Passive Sampler, yang lebih sederhana, memberikan data secara berkelanjutan dengan biaya yang lebih rendah. Keunggulan sistem ini dibandingkan dengan kota lain terletak pada kombinasi kedua metode tersebut, yang memungkinkan Kota Balikpapan untuk mendapatkan data kualitas udara yang lebih akurat dan menyeluruh. Selain itu, dengan penggunaan perangkat yang dapat dipantau secara real- time, Kota Balikpapan dapat mengambil kebijakan berbasis data yang lebih responsif dan efisien dalam mengendalikan polusi udara. Perangkat ini memungkinkan pengukuran konsentrasi polutan secara akurat dan berkelanjutan, sehingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data .

Dengan data historis yang menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas udara, Kota Balikpapan tidak hanya memenuhi syarat teknis untuk meraih Adipura Kencana, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan warganya. Lingkungan udara yang bersih berkontribusi pada penurunan risiko penyakit pernapasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan pencapaian ini, Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan kota dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sumber:

https://www.rri.co.id/daerah/720383/balikpapan-dinobatkan-sebagai-kota-terbersih-di- indonesia#:~:text=KBRN%2C%20Balikpapan%20:%20Balikpapan%20baru%20saja,nominasi%20Adipu ra%20Kencana%20tahun%202023.


Rabu, 1 April 2026
13 dilihat | 1 menit membaca

Berita dan cerita