Indikator 22_Kampung Hejo Sae di Kota Bandung

Kampung Hejo Sae adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di RW 09 Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Program ini dikembangkan oleh komunitas Wallagri dengan dukungan dari Rumah Zakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat. Tujuannya adalah menciptakan ruang kolaboratif atau co-working space yang berfungsi sebagai pusat kegiatan kreatif, produktif, dan berkelanjutan bagi warga setempat. Program ini  telah meraih penghargaan sebagai Organisasi Masyarakat Sipil Terbaik dalam Indonesia’s SDGs Action Awards 2023 oleh Bappenas. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata Kampung Hejo Sae dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, pengelolaan air bersih, energi terbarukan, dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Desa Hejo Sae terletak di Kawasan Sunda Polis, di bagian utara rencana Kota Internasional Gedebage Teknopolis, Bandung. Kawasan ini berfungsi sebagai sabuk hijau, zona mitigasi bencana, dan daerah tangkapan air penting bagi Bandung Timur dan Teknopolis. Selain kepentingan ekologisnya, Sunda Polis juga melindungi kantong-kantong budaya Sunda dan lahan pertanian yang tersisa, sehingga menjadikannya ideal untuk mengembangkan lingkungan yang mandiri yang berakar pada alam dan tradisi setempat.

Program ini menekankan nilai-nilai budaya Sunda seperti ririungan, rereongan, dan reureujeungan, yang mencerminkan semangat masyarakat gotong royong (gotong royong). Kegiatannya meliputi pertanian perkotaan di lahan sempit, pengelolaan sampah melalui bank sampah dan pusat pengolahan, serta pemasaran produk lokal di Wallagri Creative Centre dan Wallagri Mart, yang keduanya meraih SDS Action Award 2023.

Dalam tradisi Sunda, buruan atau pekarangan merupakan ruang produktif untuk tanaman obat, dapur rumah, dan aktivitas keluarga. Berdasarkan hal tersebut, program "Buruan Sae" (Pekarangan Sehat, Indah, dan Ekonomis) diluncurkan pada tahun 2019 untuk mempromosikan kehidupan berkelanjutan. Hingga November 2021, program ini telah dilaksanakan di 151 kelurahan dan 234 kelompok masyarakat di Kota Bandung.

Desa Hejo Sae bertujuan untuk membangun masyarakat yang kreatif, tangguh, dan mandiri yang mempraktikkan konsumsi pangan berkelanjutan dan mempromosikan kesejahteraan. Inisiatif utama meliputi pengembangan Taman Wallagri 09 sebagai pusat pendidikan kota hijau, peningkatan produktivitas Buruan Sae, dan pembentukan Wallagri Centre sebagai pusat kerja bersama. Fasilitas tambahan seperti pusat seni budaya dan layanan ramah lansia mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Model Tata Kelola Lingkungan Terpadu ini dirancang untuk direplikasi di daerah lain guna memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan setempat.

Buruan SAE Sajuta Saratus merupakan salah satu contoh yang terletak di RW 4, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, dekat Gang Masjid, Jalan Cihampelas. Dengan lahan seluas 100 m² yang terus bertambah, kelompok ini memanfaatkan lahan terbatas di gang-gang dan dekat sungai untuk pertanian perkotaan. Meskipun memiliki keterbatasan ruang, warga sekitar tetap berkomitmen tinggi untuk membangun ketahanan pangan di daerah mereka. Beranggotakan 26 orang, kelompok ini memanfaatkan lahan di pinggir jalan dan tepi sungai untuk bercocok tanam dan beternak ikan. Survei lokasi yang dilakukan pada 10 Maret 2022 menunjukkan bahwa kelompok ini layak untuk dijadikan tempat pendidikan karena lokasinya yang berada di tengah pemukiman penduduk. Kelompok ini sudah mulai membudidayakan sayur-sayuran dan ikan. Buruan SAE Sajuta Saratus menerima bantuan bertahap mulai 28 Maret 2022 berupa benih, media tanam, ikan lele, dan ayam petelur. Pengelolaan lahan dilakukan secara bertahap berdasarkan komoditas. Ke depannya, situs ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat edukasi pertanian bagi RW 4 dan Bandung Raya.

Sumber:

1.     https://sdgs.bappenas.go.id/repository/public/d2a2fb24-ad9c-41e4-9274-1dcc3df016ea ;

2.     https://sdgs.bappenas.go.id/repository/public/9990;

3.     https://khazanah.republika.co.id/berita/s3uq1u349/kampung-hejo-sae-binaan-rumah-zakat-raih-penghargaan-terbaik-indonesias-sdgs-awards;

 

4.     Fauziah, Y. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Hejo Sae dalam pelestarian lingkungan (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)


Selasa, 14 April 2026
9 dilihat | 1 menit membaca

Berita dan cerita